Selasa, 30 Juli 2013

Faith Of The Engineer / Ikrar Seorang Insinyur


Faith of the Engineer  **

I am an engineer. In my profession I take deep pride, but without vainglory. To it I owe solemn obligations that I am eager to fulfill.

As an Engineer, I will participate in none but honest enterprise. To him that has engaged my service, as employer or client, I will give the utmost of performance and fidelity.

When needed, my skill and knowledge shall be given without reservation for the public good. From special capacity springs the obligation to use it well in the service of humadity, and I accept the challenge that this implies.

Jealous of the high reputate of my calling, I will strive to protect the interests and the good name of any engineer  that I know to be deserving;  but I will not shrink, should duty dictate, from disclosing the truth regarding anyone that, by unscrupulous act, has shown  himself unworthly of the profession.

Since the Age of Stone, human progress has been conditioned by the genius of my professional forbears. By them have been rendered usable to mankind Natures vast resources of material and energy. By them have been vitalized and turned to practical account the principles of science and the revelations of technology. Exept  for this heritage of occumulated experience, my effort would be feeble. I dedicate myself to the dissemination of engineering knowledge, and especially to the instruction of younger members of my profession in all its arts and traditions.

To my fellows I pledge, in the same full measure I ask of them, integrity and fair dealing, tolerance and respect, and devotions to standards and dignity of our profession; with the consciousness, always, that our special expertness carries with it the obligation to serve humanity with complete sincerity.


Ikrar Seorang Insinyur **

Aku seorang insinyur
Profesi yang aku sandang dengan penuh kehormatan dan kebanggaan
Tetapi tanpa rasa takabur
Kehormatan yang membuahkan kewajiban-kewajiban yang secara tulus akan aku tunaikan.

Sebagai insinyur
Aku hanya berpartisipasi pada kegiatan-kegiatan yang jujur
Kepada mereka yang aku layani, rekanan atau pemberi tugas
Aku janjikan kecakapan, kejujuran dan kesetiaan yang lugas

Bila masyarakat memerlukan
Ketrampilan dan pengetahuan yang ada padaku, kupersembahkan tanpa batasan.
Nikmat ilmu yang aku miliki, harus kusyukuri dengan pengabdian kepada kemanusiaan dan kebenaran sebagai tanggungjawabku kepada si Pemberi Nikmat, Tuhan Yang Maha Esa.

Dengan kecemburuan seorang Ibu aku jaga reputasi mulia dan nama baik profesi insinyur yang telah aku pilih.
Dengan kesetiaan seorang sahabat aku jaga kepentingan dan nama baik dari rekan insinyur yang aku tahu pantas dimilikinya. Akan tetapi aku tidak gentar kalau kewajiban memanggil untuk memaparkan kebenaran tentang sesuatu atau seorang rekan yang tindak tanduknya terbukti tidak bertanggung jawab.

Semenjak zaman batu, kemajuan kemanusiaan hanya mungkin terjadi karena kepiawaian nenek moyangku Sang insinyur.
Ditangan mereka sumber alam, materi dan energi telah berubah menjadi hal-hal yang bermanfaat bagi kemanusiaan.
Ditangan mereka prinsip ilmu pengetahuan dan relevansi teknologi menjadi hal yang praktis dan berguna.
Berkat akumulasi pengalaman merekalah aku mungkin meniti kemajuan.
Karenanya aku baktikan diriku untuk penyebaran pengetahuan keinsinyuran yang aku miliki terutama bagi rekan yang lebih muda, muda usia dan muda pengalaman.

Dan kepada rekan-rekan setaraku aku menjanjikan dan menuntut pula
Sikap adil dan intergritas
Sikap toleransi dan penuh respek
Dalam menghayati dan menjaga kehormatan profesi ini.
Sadar selalu bahwa mengabdikan profesi pada masyarakat sekeliling, pada generasi yang akan datang, pada lingkunagan hidup yang lebih baik, pada hati nurani yang bersih merupakan manifestasi pengabdian kepada sang pencipta Tuhan Yang Maha Esa.



** Disadur dari buku “Etika Bisnis Konstruksi” oleh Andy Kirana, halaman 99 – 101.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar